Ini GiLa...
aku ngga' pernah tau ini, my Fa
tapi kamu pintar meyakinkanku
dan akhirnya kita akan jalani ini
Hah... benarkah?
Ini GiLa...
Jumat, November 13, 2009
Minggu, November 08, 2009
Sholat Yuk Zee
Zee, sholat dulu...
Nanti masih ini...
Zee, sholat dulu...
Nanti masih itu...
Zee, sholat dulu...
NANTIIIIIIIIIIII...!!!
Zee, jangan suka menunda sholat, gimana kalau:
AQIMI SHOLATIK, QOBLA MAMATIK - Dirikanlah sholatmu sebelum matimu
Huff... Astaghfirullohaladzim
Nanti masih ini...
Zee, sholat dulu...
Nanti masih itu...
Zee, sholat dulu...
NANTIIIIIIIIIIII...!!!
Zee, jangan suka menunda sholat, gimana kalau:
AQIMI SHOLATIK, QOBLA MAMATIK - Dirikanlah sholatmu sebelum matimu
Huff... Astaghfirullohaladzim
Sabtu, November 07, 2009
k a n g e n
Teringat waktu mudik lebaran kemarin. Melihat Abah dan Umi yang semakin kurus penuh uban, melihat kakakku yang sedang sakit, tau kalau kakakku sebagian sudah punya rumah sendiri. Ah.. semua sudah berubah. Aku kangen masa-masa itu. Abah yang setiap sore pulang dari kerjanya dan membawakanku oleh-oleh, cumi-cumi besar. Kangen Umi yang "cerewet" membangunkanku sholat subuh. Kangen "bentakan" kakak-kakaku menyuruhku untuk belajar. Kangen ajakan teman-teman untuk ke masjid. Kangen ramainya rumah saat semua anggotanya kumpul sehabis sholat isya'. Kangen dengan masa di mana kehidupanku yang hanya seputar sekolah, masjid, pondok pesantren, dan rumah. Kangen dengan sesuatu yang dulu aku pikir membosankan tapi sekarang aku sadar itu begitu menyenangkan. Tapi semua hal yang menyenangkan itu sudah tidak bisa aku lihat dan aku rasakan lagi. Aku di sini, dan aku tidak bisa menemani masa tua Abah dan Umi. Aku tidak bersama kakakku yang sedang sakit.
Do'aku untuk kalian:
Robbighfir lie wa liwalidayya warkhamhuma kama robbayani soghiro
Allohumma sallimna wa sallim dienana wa sallim qulubana wa sallim ajsadana wa sallim AHLANA wa sallim auladana wa sallim jironana wa salllim baladina INDONESIA wa sallim jamiil muslimin wal muslimat wal mu'minin wal mu'minat
Do'aku untuk kalian:
Robbighfir lie wa liwalidayya warkhamhuma kama robbayani soghiro
Allohumma sallimna wa sallim dienana wa sallim qulubana wa sallim ajsadana wa sallim AHLANA wa sallim auladana wa sallim jironana wa salllim baladina INDONESIA wa sallim jamiil muslimin wal muslimat wal mu'minin wal mu'minat
Selasa, Oktober 27, 2009
yukitanyenyong part V
It's time to party. Mari rayakan betapa bahagianya ngga' punya pacar :(
Cash cash - Party In Your Bed Room
Walking down the street keeping hush hush on the scene
No one knows you, such a mystery
Opposite of fun, till you turn the power on.
Then you come out, turning up the heat
Upstairs all alone, one click for a show
Your roof is on fire you're loosing control
There's a party in your bedroom all night long
There's a lot of talk about you
Cause there's a party in your bedroom all night long
Pretty girl, it's your show, let it go, when you're alone
Lips sealed tight, don't say goodnight
Dancing with your hands turning strangers into friends
Touch the keys please, and unlock my heart
Your free to be a freak, change your picture every week
Show the camera, you're a superstar
Upstairs all alone, one click for a show
Your roof is on fire you're loosing control
There's a party in your bedroom all night long
There's a lot of talk about you
Cause there's a party in your bedroom all night long
Pretty girl, it's your show, let it go, when you're alone
Lips sealed tight, don't say goodnight
It's no debate, when i think of you can't stay on track
Cause i can't wait, can't stay on track can't hide the fact
You're all i want, you're all i need, let's get this party started, kick it hard just you and me
There's a party in your bedroom all night long
There's a lot of talk about you
Cause there's a party in your bedroom all night long
Pretty girl, it's your show, let it go, when you're alone
Lips sealed tight, don't say goodnight
Cash cash - Party In Your Bed Room
Walking down the street keeping hush hush on the scene
No one knows you, such a mystery
Opposite of fun, till you turn the power on.
Then you come out, turning up the heat
Upstairs all alone, one click for a show
Your roof is on fire you're loosing control
There's a party in your bedroom all night long
There's a lot of talk about you
Cause there's a party in your bedroom all night long
Pretty girl, it's your show, let it go, when you're alone
Lips sealed tight, don't say goodnight
Dancing with your hands turning strangers into friends
Touch the keys please, and unlock my heart
Your free to be a freak, change your picture every week
Show the camera, you're a superstar
Upstairs all alone, one click for a show
Your roof is on fire you're loosing control
There's a party in your bedroom all night long
There's a lot of talk about you
Cause there's a party in your bedroom all night long
Pretty girl, it's your show, let it go, when you're alone
Lips sealed tight, don't say goodnight
It's no debate, when i think of you can't stay on track
Cause i can't wait, can't stay on track can't hide the fact
You're all i want, you're all i need, let's get this party started, kick it hard just you and me
There's a party in your bedroom all night long
There's a lot of talk about you
Cause there's a party in your bedroom all night long
Pretty girl, it's your show, let it go, when you're alone
Lips sealed tight, don't say goodnight
Senin, Oktober 26, 2009
Aku Pulang
Bee, aku balik. Thanks ya. Sori kalo kedatanganku sudah menganggumu.
Dia mengantarku. Sebelumnya kita makan di sebuah warung mie pangsit. Enak. Tapi pikiranku yang sedang kalut karena harus pisah dengannya membuat selera makan hilang. Selesai makan, kita melanjutkan perjalanan kita. Hujan. Dia mempersiapkan jas hujannya. Aku duduk di belakang karena aku tidak tau jalan ke terminal. Semakin kalut. Ingin rasanya memeluknya dari belakang. Tapi aku harus sadar diri, sepertinya dia sudah tidak ada rasa ke aku. Selama 2 hari bareng saja dia agak menghindar dari aku. Ngga tau ini hanya pikiranku saja, atau memang begitu adanya. Dari balik jas hujan aku hanya bisa tertunduk. Dada sesak. Sungguh aku ingin memeluknya. Ah... akhirnya aku hanya bisa mencuri waktu menciumi punggungnya yang wangi tanpa dia tau ( semoga ). Wangi yang selama 2 tahun ini masih bisa kurasakan.
Bee, aku pulang. Sekali lagi thanks.
Sori Ky, aku ngga bisa jadi tuan rumah yang baik.
It's Ok, yang terpenting aku sudah tau keadaanmu. Jangan ganti nomer HP lagi ya. (dalam hati: aku tidak mau kehilangan jejakmu. Tidak apa kamu tidak menjadi pacarku. yang penting aku bisa tau bagaimana kabarmu. That's it.)
Bis mulai meninggalkan Malangku. Lagunya katy Perry, Thinking Of You terdengar dari MP3 HPku. Kutengok kursi sebelahku kosong. Padahal 2 tahun yang lalu kita duduk bersebelahan. tangan kita erat. Sesekali kamu merangkulku sambil bercerita tentang lumpur sidoarjo. Dadaku sesak. Dan.. sungguh aku tidak bisa menahannya lagi. I'm crying again.
Jam 04.15. Bis sampai semarang. aku turun menunggu angkot yang melewati tempat tinggalku. Sendiri. Bangsattttttttt.... lagi-lagi kamu. Dua tahun lalu kita menunggu angkot bareng.
Sesampainya di kos, sholat dan tidur.
Jam 07.20. Bangun, mandi, mematut diri di depan kaca, bilang dalam hati bilang ini harus jadi hari baru. Smile di depan kaca. cabut kerjaaaaaaa....
Dia mengantarku. Sebelumnya kita makan di sebuah warung mie pangsit. Enak. Tapi pikiranku yang sedang kalut karena harus pisah dengannya membuat selera makan hilang. Selesai makan, kita melanjutkan perjalanan kita. Hujan. Dia mempersiapkan jas hujannya. Aku duduk di belakang karena aku tidak tau jalan ke terminal. Semakin kalut. Ingin rasanya memeluknya dari belakang. Tapi aku harus sadar diri, sepertinya dia sudah tidak ada rasa ke aku. Selama 2 hari bareng saja dia agak menghindar dari aku. Ngga tau ini hanya pikiranku saja, atau memang begitu adanya. Dari balik jas hujan aku hanya bisa tertunduk. Dada sesak. Sungguh aku ingin memeluknya. Ah... akhirnya aku hanya bisa mencuri waktu menciumi punggungnya yang wangi tanpa dia tau ( semoga ). Wangi yang selama 2 tahun ini masih bisa kurasakan.
Bee, aku pulang. Sekali lagi thanks.
Sori Ky, aku ngga bisa jadi tuan rumah yang baik.
It's Ok, yang terpenting aku sudah tau keadaanmu. Jangan ganti nomer HP lagi ya. (dalam hati: aku tidak mau kehilangan jejakmu. Tidak apa kamu tidak menjadi pacarku. yang penting aku bisa tau bagaimana kabarmu. That's it.)
Bis mulai meninggalkan Malangku. Lagunya katy Perry, Thinking Of You terdengar dari MP3 HPku. Kutengok kursi sebelahku kosong. Padahal 2 tahun yang lalu kita duduk bersebelahan. tangan kita erat. Sesekali kamu merangkulku sambil bercerita tentang lumpur sidoarjo. Dadaku sesak. Dan.. sungguh aku tidak bisa menahannya lagi. I'm crying again.
Jam 04.15. Bis sampai semarang. aku turun menunggu angkot yang melewati tempat tinggalku. Sendiri. Bangsattttttttt.... lagi-lagi kamu. Dua tahun lalu kita menunggu angkot bareng.
Sesampainya di kos, sholat dan tidur.
Jam 07.20. Bangun, mandi, mematut diri di depan kaca, bilang dalam hati bilang ini harus jadi hari baru. Smile di depan kaca. cabut kerjaaaaaaa....
Sabtu, Oktober 24, 2009
Thanks God
.... Setelah lama berdo'a ( sebenernya ngga berdo'a yang gimana juga sih ) pagi tadi bisa menginjakkan kaki di kota Malang.
Jam 5 an nyampe di depan rumahnya. Huff... tapi buat ketok pintu rasanya badan udah gemeteran N perut udah mules-mules ( indikasi kalo aku udah mule grogi ya kayak gini nih). Dari pada kebingungan dan ntar malah dikira maling kesiangan sama tetangga-tetangga sebelah, akhirnya mampir ke musholla di belakang rumahnya. Selain buat nenangin diri, sekalian juga sholat subuh. Selesai sholat, maksud hati langsung mau ketok pintu rumahnya. Tapi ternyata groginya malah ngga ketulungan. kali ini badan bener-bener gemeteran ( apalagi ditambah dengan angin pagi kota Malang yang brrr... ) membuat badanku tambah menggigil. Mikir, butuh cigarette buat ngangetin tubuh ( padahal belom ada penelitiannya juga sih kalo rokok bisa menghangatkan tubuh ) dan ngilangin grogi. Abis sebatang akhirnya....
NEKAAAAAAAAAAAATTTTTTT.... SIKAAAAAAAAAAAAAAAATTTTTTTT.....
dengan BISMILLAH 3X aku ketuk pintu rumahnya.
"Ada perlu apa ya?" Sapa bapak-bapak dari balik pintu rumahnya.
Hehehe... dasar, dari jaman dulu ampe sekarang tuh orang ngga pernah bisa bangun pagi. Dan udah dua kali ke sini, pasti bokapnya yang ngebukain pintu.
Setelah menjelaskan maksud kedatanganku, akhirnya ketemu juga dengan orangnya. Agak kaget juga sih dianya.
"Kentirrr... kok gak ngabari toh" katanya.
Setelah masuk dan menyeruput teh hangat yang dibikinin sama Ibunya, obrolanpun terjadi. Sudah kuduga kalo yang bakal pertama doi obrolin adalah anak-anaknya ( sebuah sebutan untuk kucing piaraannya ).
Jam 06.59 mata udah mulai pedes. Maklum semaleman di travel ngga' bisa tidur. ACnya dingin banget ditambah orang disebelah ngga' bisa tenang tidurnya.
jam 11.00 bangun, mandi, breakfast, maen-maen dengan keponakan dan anak-anaknya ampe sore. Abis itu nganterin dia nyari makanan buat anak-anaknya ke pasar hewan dan balik kehujanan.
Abis maghrib ampe jam 09.25 cengo' gara-garanya dia ada tamu. Abis itu jalan ke STMJ deket stasiun. Di sana ngga' ada obrolan. Diam. Kamu sibuk dengan facebookmu. Sumpah baru malam ini aku ngerasa benci banget ama yang namanya facebook. Selesai dari STMJ jalan ke tugu Malang cuma buat foto-fotoan. Sayang hasilnya kurang ok.
"Mau ke mana lagi? what, ngenet? Facebookan lagi?? Aaaarrrggghhh....."
Jam 5 an nyampe di depan rumahnya. Huff... tapi buat ketok pintu rasanya badan udah gemeteran N perut udah mules-mules ( indikasi kalo aku udah mule grogi ya kayak gini nih). Dari pada kebingungan dan ntar malah dikira maling kesiangan sama tetangga-tetangga sebelah, akhirnya mampir ke musholla di belakang rumahnya. Selain buat nenangin diri, sekalian juga sholat subuh. Selesai sholat, maksud hati langsung mau ketok pintu rumahnya. Tapi ternyata groginya malah ngga ketulungan. kali ini badan bener-bener gemeteran ( apalagi ditambah dengan angin pagi kota Malang yang brrr... ) membuat badanku tambah menggigil. Mikir, butuh cigarette buat ngangetin tubuh ( padahal belom ada penelitiannya juga sih kalo rokok bisa menghangatkan tubuh ) dan ngilangin grogi. Abis sebatang akhirnya....
NEKAAAAAAAAAAAATTTTTTT.... SIKAAAAAAAAAAAAAAAATTTTTTTT.....
dengan BISMILLAH 3X aku ketuk pintu rumahnya.
"Ada perlu apa ya?" Sapa bapak-bapak dari balik pintu rumahnya.
Hehehe... dasar, dari jaman dulu ampe sekarang tuh orang ngga pernah bisa bangun pagi. Dan udah dua kali ke sini, pasti bokapnya yang ngebukain pintu.
Setelah menjelaskan maksud kedatanganku, akhirnya ketemu juga dengan orangnya. Agak kaget juga sih dianya.
"Kentirrr... kok gak ngabari toh" katanya.
Setelah masuk dan menyeruput teh hangat yang dibikinin sama Ibunya, obrolanpun terjadi. Sudah kuduga kalo yang bakal pertama doi obrolin adalah anak-anaknya ( sebuah sebutan untuk kucing piaraannya ).
Jam 06.59 mata udah mulai pedes. Maklum semaleman di travel ngga' bisa tidur. ACnya dingin banget ditambah orang disebelah ngga' bisa tenang tidurnya.
jam 11.00 bangun, mandi, breakfast, maen-maen dengan keponakan dan anak-anaknya ampe sore. Abis itu nganterin dia nyari makanan buat anak-anaknya ke pasar hewan dan balik kehujanan.
Abis maghrib ampe jam 09.25 cengo' gara-garanya dia ada tamu. Abis itu jalan ke STMJ deket stasiun. Di sana ngga' ada obrolan. Diam. Kamu sibuk dengan facebookmu. Sumpah baru malam ini aku ngerasa benci banget ama yang namanya facebook. Selesai dari STMJ jalan ke tugu Malang cuma buat foto-fotoan. Sayang hasilnya kurang ok.
"Mau ke mana lagi? what, ngenet? Facebookan lagi?? Aaaarrrggghhh....."
Rabu, Oktober 21, 2009
MA'AF
........ Aku tidak dapat pulang. Aku tidak dapat melihat ijab qabulmu. Aku tidak dapat berbagi kebahagian di hari bahagiamu.
SELAMAT,
hanya itu yang bisa aku ucapkan
DO'A,
hanya itu yang bisa aku hadiahkan
Kalau boleh jujur, IYA AKU MEMBENCI DIA
Kamu sudah memilih jalanmu. Kamu yang akan menanggung semuanya. Aku bisa apa. Aku sangat terpukul karena ini. Ternyata kamu tidak dapat mendengarkanku. Kenapa harus kamu yang menjadi korban dari hal yang paling aku benci. Aku sedih. Kasihan kamu. Aku menangis. Kenapa harus kamu.
SELAMAT,
hanya itu yang bisa aku ucapkan
DO'A,
hanya itu yang bisa aku hadiahkan
Kalau boleh jujur, IYA AKU MEMBENCI DIA
Kamu sudah memilih jalanmu. Kamu yang akan menanggung semuanya. Aku bisa apa. Aku sangat terpukul karena ini. Ternyata kamu tidak dapat mendengarkanku. Kenapa harus kamu yang menjadi korban dari hal yang paling aku benci. Aku sedih. Kasihan kamu. Aku menangis. Kenapa harus kamu.
Langgan:
Entri (Atom)








